KONTRADIKSI ALKITAB
Download disini:
https://www.dropbox.com/s/8i60zt9qgs7rybj/KONTRADIKSI%20ALKITAB.doc
JAWABAN SAYA:
1. Siapa yang menghasut Daud?
>> 2Samuel 24:1 Bangkitlah
pula murka TUHAN terhadap orang Israel;
Ia menghasut
Daud
melawan mereka, firman-Nya: "Pergilah, hitunglah orang Israel
dan orang
Yehuda."
>>
1Tawarikh 21:1 Iblis bangkit melawan orang Israel dan ia membujuk Daud untuk
menghitung
orang Israel.
Yang satunya
menyebutkan TUHAN, sedangkan satunya iblis. Manakah yang benar?
Kedua-duanya
benar sebab TUHAN selalu menyuruh iblis untuk melakukan kejahatan.
>>
Ayub 1:6 Pada
suatu hari datanglah anak-anak Allah menghadap TUHAN dan
di
antara mereka datanglah juga Iblis.
1:7 Maka bertanyalah TUHAN kepada Iblis:
"Dari mana engkau?" Lalu
jawab
Iblis kepada TUHAN: "Dari perjalanan mengelilingi dan
menjelajah
bumi."
1:8 Lalu bertanyalah TUHAN kepada Iblis: "Apakah
engkau
memperhatikan
hamba-Ku Ayub? Sebab tiada seorangpun di bumi
seperti
dia, yang demikian saleh dan jujur, yang takut akan Allah
dan menjauhi kejahatan."
1:9 Lalu jawab Iblis kepada TUHAN:
"Apakah dengan tidak mendapat
apa-apa
Ayub takut akan Allah?
1:10 Bukankah Engkau yang membuat pagar
sekeliling dia dan
rumahnya
serta segala yang dimilikinya? Apa yang dikerjakannya
telah
Kauberkati dan apa yang dimilikinya makin bertambah di
negeri
itu.
1:11 Tetapi ulurkanlah tangan-Mu dan
jamahlah segala yang
dipunyainya,
ia pasti mengutuki Engkau di hadapan-Mu."
1:12 Maka firman TUHAN kepada Iblis:
"Nah, segala yang dipunyainya
ada
dalam kuasamu; hanya janganlah engkau mengulurkan
tanganmu
terhadap dirinya." Kemudian pergilah Iblis dari hadapan
TUHAN.
TUHAN
menyuruh iblis mencobai Ayub.
>>
1Raja-raja 22:20 Dan TUHAN berfirman: Siapakah yang akan membujuk Ahab
untuk maju berperang, supaya ia tewas di Ramot-Gilead?
Maka
yang seorang berkata begini, yang lain berkata begitu.
22:21 Kemudian tampillah
suatu roh, lalu berdiri di hadapan
TUHAN. Ia berkata: Aku ini akan membujuknya. TUHAN
bertanya kepadanya: Dengan apa?
22:22 Jawabnya: Aku akan
keluar dan menjadi roh dusta dalam
mulut semua nabinya. Ia
berfirman: Biarlah engkau
membujuknya, dan engkau akan berhasil pula. Keluarlah
dan perbuatlah demikian!
22:23 Karena itu, sesungguhnya TUHAN telah
menaruh roh dusta
ke dalam mulut semua nabimu ini, sebab TUHAN telah
menetapkan untuk menimpakan malapetaka kepadamu."
Ketika
TUHAN ingin membunuh raja Ahab, TUHAN menyuruh roh dusta untuk
merasuki
nabi-nabi Ahab.
>>
Yakobus 1:13 Apabila
seorang dicobai, janganlah ia berkata: "Pencobaan
ini
datang dari Allah!" Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh
yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapapun.
ALLAH
YANG MAHAKUDUS tidak mau mengotori tanganNYA, melainkan
melimpahkan pekerjaan kepada ahlinya. Untuk pekerjaan dusta, IA orderkan
pada
roh-roh
pendusta. Untuk pekerjaan kejahatan, IA orderkan ke roh-roh spesialis
kejahatan.
2. Hasil sensus penduduk;
>>
2Samuel 24:9 Lalu Yoab memberitahukan kepada raja hasil pendaftaran rakyat.
Orang Israel
ada delapan ratus ribu orang perangnya yang dapat
memegang
pedang; dan orang Yehuda ada lima
ratus ribu.
>> 1Tawarikh
21:5 Lalu
Yoab memberitahukan kepada Daud hasil pendaftaran rakyat.
Di antara
seluruh orang Israel
ada sejuta seratus ribu orang yang
dapat memegang pedang, dan
orang Yehuda ada empat ratus tujuh
puluh
ribu orang yang dapat memegang pedang.
Manakah yang
benar antara 800.000 dengan 1.100.000?
Kitab Samuel
menyebut "orang perangnya" sedangkan kitab Tawarikh menyebut
"orang yang dapat
memegang pedang."
"Orang perangnya"
jelas menunjuk pada orang yang ahli perang, yang sudah
berpengalaman
perang. Sedangkan "orang yang dapat memegang pedang"
menghitung juga
orang-orang cadangannya. Jadi, selisih 300.000 itu adalah tenaga
cadangannya.
Sekarang
tentang angka 500.000 dengan 470.000. Mari kita lihat ayat-ayat ini:
>>
1Tawarikh 21:6 Orang Lewi dan Benyamin tidak dimasukkannya dalam
pendaftaran, sebab titah raja itu dianggap keji oleh Yoab.
>>
1Tawarikh 27:23 Daud tidak menghitung jumlah orang-orang yang berumur
dua puluh tahun ke bawah, sebab TUHAN telah menjanjikan
untuk membuat orang Israel
sebanyak bintang-bintang di
langit.
27:24 Memang Yoab, anak Zeruya, telah mulai
menghitung, tetapi
ia tidak menyelesaikannya, sebab oleh karena hal itu orang
Israel
tertimpa murka; dengan demikian jumlah mereka tidak
dibukukan dalam kitab sejarah raja Daud.
Jadi, 30.000
orang yang tidak masuk pembukuan Daud itu terdiri dari orang-orang
Lewi dan
Benyamin, serta orang-orang yang umurnya kurang dari 20 tahun.
3. Umur Ahazia menjadi raja:
>>
2Raja-raja 8:26 Ia berumur dua puluh dua tahun pada waktu ia menjadi raja dan
setahun
lamanya ia memerintah di Yerusalem. Nama ibunya ialah
Atalya,
cucu Omri raja Israel.
>>
2Tawarikh 22:2 Ahazia berumur empat puluh dua tahun pada waktu ia menjadi raja
dan
setahun lamanya ia memerintah di Yerusalem. Nama ibunya
ialah
Atalya, cucu Omri.
Manakah yang
benar antara umur 22 dengan 42 tahun?
>>
2Tawarikh 21:5 Yoram berumur tiga puluh
dua tahun pada waktu ia menjadi raja
dan delapan tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem.
>>
2Tawarikh 22:1 Lalu penduduk Yerusalem
mengangkat Ahazia, anaknya yang
bungsu,
menjadi raja menggantikan dia, karena semua anaknya
yang lebih tua umurnya
telah dibunuh oleh gerombolan yang datang
ke tempat
perkemahan bersama-sama orang-orang Arab. Dengan
demikian
Ahazia, anak Yoram raja Yehuda, menjadi raja.
22:2 Ahazia berumur empat
puluh dua tahun pada waktu ia menjadi raja
dan
setahun lamanya ia memerintah di Yerusalem. Nama ibunya
ialah
Atalya, cucu Omri.
Yoram menjadi
raja pada umur 32 tahun, dan lamanya memerintah 8 tahun, maka
umur Yoram
ketika turun takhta adalah 40 tahun. Ketika Yoram turun, digantikan
anaknya:
Ahazia yang sudah berumur 42 tahun. Masak anak bisa lebih tua 2 tahun
dari
bapaknya?
Ada informasi yang perlu
mendapatkan kajian kita; menurut 2 Raja-raja 8:26, umur
Ahazia
ketika menjadi raja 22 tahun, sementara 2Tawarikh 22:2 menuliskan umur 42
tahun,
sehingga ada selisih 20 tahun yang misterius.
>>
2Raja-raja 8:26 Ia berumur dua
puluh dua tahun pada waktu ia menjadi raja
dan setahun lamanya ia memerintah di Yerusalem. Nama
ibunya ialah Atalya, cucu Omri raja Israel.
Setelah
kematian Ahazia, ibunya: Atalya, mengangkat dirinya sendiri menjadi ratu.
Atalya mengambil langkah membunuhi
cucu-cucunya sendiri, yakni anak-anak
Ahazia,
supaya tidak ada anak Ahazia yang menjadi raja, sehingga dia bisa menjadi
ratu
selamanya. Tapi ada seorang anak Ahazia yang berhasil diselamatkan dari
pembunuhan
Atalya itu, yaitu Yoas bin Ahazia.
>> 2Raja-raja 11:2 Tetapi
Yoseba, anak perempuan raja Yoram, saudara perempuan
Ahazia mengambil
Yoas bin Ahazia, menculik dia dari tengah-
tengah anak-anak
raja yang hendak dibunuh itu, memasukkan dia
dengan
inang penyusunya ke dalam gudang tempat tidur, dan
menyembunyikan
dia terhadap Atalya, sehingga dia tidak dibunuh.
>>
2Tawarikh 22:11 Tetapi Yosabat, anak perempuan raja, mengambil Yoas bin Ahazia,
menculik
dia dari tengah-tengah anak-anak raja yang hendak
dibunuh itu, memasukkan
dia dengan inang penyusunya ke dalam
gudang tempat tidur.
Demikianlah Yosabat, anak perempuan raja
Yoram, isteri imam
Yoyada, --ia adalah saudara perempuan Ahazia
--menyembunyikan dia
terhadap Atalya, sehingga ia tidak dibunuh
Atalya.
>> 2Raja-raja
11:3 Maka tinggallah dia enam tahun
lamanya bersama-sama perempuan
itu dengan
bersembunyi di rumah TUHAN, sementara Atalya
memerintah negeri.
>> 2Tawarikh
22:12 Maka tinggallah Yoas enam tahun
lamanya bersama-sama mereka
dengan bersembunyi
di rumah Allah, sementara Atalya
memerintah negeri.
Atalya menjadi
ratu selama 6 tahun sebelum dibunuh oleh imam Yoyada yang
melindungi anak
Ahazia, Yoas bin Ahazia. Pada tahun yang ke-7, Atalya dibunuh oleh
imam Yoyada.
Karena di Israel tidak lazim system keratuan, mungkin pemerintahan
ratu Atalya
dimasukkan sebagai pemerintahan Ahazia, sehingga ada 13 tahun yang
masih misteri.
>>
2Tawarikh 23:1 Tetapi dalam tahun ketujuh Yoyada
memberanikan diri dan ia
mengadakan
persepakatan dengan para kepala pasukan seratus,
yakni: Azarya bin
Yeroham, Ismael bin Yohanan, Azarya bin Obed.
Maaseya bin Adaya, dan Elisafat bin Zikhri.
23:2 Mereka mengelilingi Yehuda dan mengumpulkan
orang-
orang
Lewi dari semua kota
di Yehuda serta kepala-kepala puak
orang
Israel,
dan mereka semua datang ke Yerusalem.
23:3 Lalu
seluruh jemaah itu mengikat perjanjian dengan raja di
rumah
Allah. Kata Yoyada kepada mereka: "Lihatlah, anak raja!
Biarlah
ia memerintah, seperti yang telah difirmankan TUHAN
tentang
anak-anak Daud!
>>
2Raja-raja 11:21 Yoas berumur
tujuh tahun pada waktu ia menjadi raja.
>>
2Raja-raja 12:2 Yoas melakukan
apa yang benar di mata TUHAN seumur
hidupnya, selama imam Yoyada mengajar dia.
Pada waktu
ratu Atalya mati, umur Yoas baru 7 tahun dan masih dibawah
pengawasan
imam Yoyada, sekalipun pada umur itu sudah diangkat sebagai raja.
Mungkin
penulis kitab Tawarikh masih memasukkan pemerintahan Yoas selama dia
belum dewasa
sebagai pemerintahannya Ahazia, ayahnya, sehingga 13 tahun yang
tersisa
menunjuk pada umur Yoas 20 tahun, sebagai raja yang mandiri, yang tidak
dalam
bayang-bayang pengaruh imam Yoyada. Karena itu Tawarikh menuliskan umur
Ahazia 42
tahun ketika ia menjadi raja dengan berusaha menyembunyikan
pemerintahan
ratu Atalya selama 7 tahun dan Yoas selama 13 tahun.
>>
2Raja-raja 12:1 Dalam tahun
ketujuh zaman Yehu, Yoas menjadi raja dan
empat puluh tahun lamanya ia
memerintah di Yerusalem.
Nama ibunya ialah Zibya, dari Bersyeba.
>>
2Tawarikh 24:1 Yoas berumur tujuh tahun pada waktu ia menjadi raja, dan
empat puluh tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem.
Nama ibunya ialah Zibya, dari Bersyeba.
Yoas
memerintah selama 40 tahun. Entah perhitungannya dari ketika masih kecil
atau ketika
sudah dewasa. Jika perhitungannya dimulai umur 7 tahun, maka
umurnya
ketika mati adalah 47 tahun. Tapi jika perhitungannya dimulai dia usia 20
tahun, maka
umurnya ketika mati adalah 60 tahun. Klop, 'kan?!
Jadi,
permasalahannya ada pada kebingungan penulis; apakah ratu Atalya dituliskan
sebagai
ratu atau tidak, dan apakah Yoas yang masih anak-anak itu dituliskan
sebagai
raja atau tidak. Jika Atalya dan Yoas kecil tidak layak dicatatkan sebagai
raja
sendiri-sendiri, maka yang paling masuk akal adalah dimasukkan sebagai
pemerintahannya
Ahazia.
[Besok lagi]
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
TULIS PAK ARAH:
YANG MANA SATU MAS RUDY
PERCAYAI???
a) Siapa yang
menghasut/membujuk Daud Tuhan atau Saitan?
(1) Bangkitlah
pula murka TUHAN terhadap orang Israel; Ia menghasut Daud melawan mereka,
firman-Nya: "Pergilah, hitunglah orang Israel dan orang Yehuda."(2 Samuel 24: 1)
(1) Iblis bangkit melawan orang Israel
dan ia membujuk Daud untuk menghitung
orang Israel.(I Chronicles 2 1:1)
b) Jumlah mana
yang tepat?
(9) dan melaporkan
kepada raja hasil sensus itu. Jumlah laki-laki yang memenuhi syarat untuk dinas
tentara ada800.000 orang di Israel dan 500.000 orang di Yehuda.(2 Samuel
24:9)
(5) dan melaporkan
kepada Raja Daud hasil sensus itu. Jumlah laki-laki yang memenuhi syarat untuk
dinas tentara ada1.100.000 orang di Israel dan 470.000 orang di Yehuda. (I
Chronicles 21:5)
c) Berapa umur
Ahazia menjadi Raja Jerusalam?
(26) Pada waktu itu
Ahazia berumur dua
puluh dua tahun, dan ia memerintah di Yerusalem setahun lamanya. Ibunya
bernama Atalya, anak Raja Ahab dan cucu Omri raja Israel.(2 Kings 8:26)
(2) Ahazia berumur empat puluh dua tahun pada waktu ia menjadi raja dan setahun lamanya ia memerintah di
Yerusalem. Nama ibunya ialah Atalya, cucu Omri.(2 Chronicles 22:2)
·
_
(2) Ahazia berumur empat puluh dua tahun pada waktu ia menjadi raja dan setahun
lamanya ia memerintah di Yerusalem. Nama ibunya ialah Atalya, cucu Omri.
(2) Ahazia menjadi raja pada usia 22 tahun, dan ia memerintah di Yerusalem
selama satu tahun. Ahazia juga hidup seperti keluarga Raja Ahab, karena
Atalya ibunya menasihatkan dia untuk melakukan yang jahat. Atalya adalah
putri Raja Ahab, cucu Omri raja Israel.
(2) Forty-two yearsold was Ahaziah when he began his
one-year reign in Jerusalem.
His mother was Athaliah, a granddaughter of Omri.
"Maka
apakah mereka tidak memperhatikan al-Qur'an? Kalau kiranya al-Qur'an itu bukan
dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di
dalamnya" (QS. An-Nisaa', 4: 82),
Ayat al-Qur'an dan Alam Semesta
Dalam Surat al-Isra'
ayat ke-88, ah menunjukkan keagungan al-Qur'an: "Katakanlah: 'Sesungguhnya
jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa al-Quran ini; niscaya
mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan dia, sekalipun sebagian
mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain.'" (QS. Al Israa', 17: 88)
Allah menurunkan
al-Quran kepada manusia empat belas abad yang lalu. Beberapa fakta yang baru
dapat diungkapkan dengan teknologi abad ke-21 ternyata telah dinyatakan Allah
dalam al-Quran empat belas abad yang lalu. Hal ini menunjukkan bahwa al-Qur'an
adalah salah satu bukti terpenting yang memungkinkan kita mengetahui keberadaan
Allah.
Dalam al-Qur'an,
terdapat banyak bukti bahwa al-Qur'an berasal dari Allah, bahwa umat manusia
tidak akan pernah mampu membuat sesuatu yang menyerupainya. Salah satu bukti
ini adalah ayat-ayat (tanda-tanda) al-Qur'an yang terdapat di alam semesta.
Sesuai dengan ayat "Kami akan memperlihatkan kepada
mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap penjuru dan pada diri mereka
sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa al-Qur'an itu adalah benar. Dan
apakah Tuhanmu tidak cukup (bagi kamu) bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan
segala sesuatu?" (QS.
Fushshilaat, 41: 53),
Banyak informasi
yang ada dalam al-Qur'an ini sesuai dengan yang ada di dunia eksternal.
Allah-lah yang telah menciptakan alam semesta dan karenanya memiliki
pengetahuan mengenai semua itu. Allah juga yang telah menurunkan
al-Qur'an.
Bagi orang-orang beriman
yang teliti, sungguh-sungguh, dan arif, banyak sekali informasi dan analisis
dalam al-Qur'an yang dapat mereka lihat dan pelajari.
Meskipun demikian, perlu
diingat bahwa al-Qur'an bukanlah buku ilmu pengetahuan. Tujuan diturunkannya
al-Qur'an adalah sebagaimana yang diungkapkan dalam ayat-ayat berikut:
"Alif lam ra. (Ini
adalah) Kitab yang Kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari
gelap gulita kepada cahaya terang-benderang dengan izin Tuhan Yang Mahakuasa
lagi Maha Terpuji." (QS.
Ibrahim, 14: 1) !
"… untuk menjadi
petunjuk dan peringatan bagi orang-orang yang berpikir." (QS. Al Mu'min, 40: 54) !
Singkatnya, Allah
menurunkan al-Qur'an sebagai petunjuk bagi orang-orang beriman. Al-Qur'an
menjelaskan kepada manusia cara menjadi hamba Allah dan mencari ridha-Nya.
Betapapun, al-Qur'an
juga memberi informasi dasar mengenai beberapa hal seperti penciptaan alam
semesta, kelahiran manusia, struktur atmosfer, dan keseimbangan di langit dan
di bumi. Kenyataan bahwa informasi dalam al-Qur'an tersebut sesuai dengan
temuan terbaru ilmu pengetahuan modern adalah hal penting, karena kesesuaian
ini menegaskan bahwa al-Qur'an adalah "firman Allah".
Menurut ayat "Maka apakah mereka tidak memperhatikan
al-Qur'an? Kalau kiranya al-Qur'an itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka
mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya" (QS. An-Nisaa', 4: 82),
Terdapat keserasian yang
luar biasa antara pernyataan di dalam al-Qur'an dan dunia eksternal.
Pada halaman-halaman
berikut kita akan membahas kesamaan yang luar biasa antara informasi tentang
alam semesta yang ada dalam al-Qur'an dan dalam ilmu pengetahuan.
Teori Dentuman Besar (Big Bang) dan Ajarannya
Persoalan mengenai
bagaimana alam semesta yang tanpa cacat ini mula-mula terbentuk, ke mana
tujuannya, dan bagaimana cara kerja hukum-hukum yang menjaga keteraturan dan
keseimbangan, sejak dulu merupakan topik yang menarik.
Pendapat kaum materialis
yang berlaku selama beberapa abad hingga awal abad ke-20 menyatakan, bahwa alam
semesta memiliki dimensi tak terbatas, tidak memiliki awal, dan akan tetap ada
untuk selamanya. Menurut pandangan ini, yang disebut "model alam semesta yang
statis", alam semesta tidak memiliki awal maupun akhir.
Dengan memberikan dasar
bagi filosofi materialis, pandangan ini menyangkal adanya Sang Pencipta, dengan
menyatakan bahwa alam semesta ini adalah kumpulan materi yang konstan, stabil,
dan tidak berubah-ubah. Namun, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi abad
ke-20 menghancurkan konsep-konsep primitif seperti model alam semesta yang
statis. Saat ini, pada awal abad ke-21, melalui sejumlah besar percobaan,
pengamatan, dan perhitungan, fisika modern telah mencapai kesimpulan bahwa alam
semesta memiliki awal, bahwa alam diciptakan dari ketiadaan dan dimulai oleh
suatu ledakan besar.
Selain itu, berlawanan
dengan pendapat kaum materialis, kesimpulan ini menyatakan bahwa alam semesta
tidaklah stabil atau konstan, tetapi senantiasa bergerak, berubah, dan memuai.
Saat ini, fakta-fakta tersebut telah diakui oleh dunia ilmu pengetahuan.
Sekarang, marilah kita lihat bagaimana fakta-fakta yang sangat penting ini
dijelaskan oleh ilmu pengetahuan.
Pemuaian Alam Semesta
Pada tahun 1929, di
observatorium Mount Wilson di California, seorang astronom Amerika bernama
Edwin Hubble membuat salah satu temuan terpenting dalam sejarah astronomi.
Ketika tengah mengamati bintang dengan teleskop raksasa, dia menemukan bahwa
cahaya yang dipancarkan bintang-bintang bergeser ke ujung merah spektrum. Ia
pun menemukan bahwa pergeseran ini terlihat lebih jelas jika bintangnya lebih
jauh dari bumi. Temuan ini menggemparkan dunia ilmu pengetahuan. Berdasarkan
hukum-hukum fisika yang diakui, spektrum sinar cahaya yang bergerak mendekati
titik pengamatan akan cenderung ungu, sementara sinar cahaya yang bergerak
menjauhi titik pengamatan akan cenderung merah. Pengamatan Hubble menunjukkan
bahwa cahaya dari bintang-bintang cenderung ke arah warna merah. Ini berarti
bahwa bintang-bintang tersebut senantiasa bergerak menjauhi kita.
Tidak lama sesudah itu,
Hubble membuat temuan penting lainnya: Bintang dan galaksi bukan hanya bergerak
menjauhi kita, namun juga saling menjauhi. Satu-satunya kesimpulan yang dapat
dibuat tentang alam semesta yang semua isinya bergerak saling menjauhi adalah
bahwa alam semesta itu senantiasa memuai.
Agar lebih mudah
dimengerti, bayangkan alam semesta seperti permukaan balon yang tengah ditiup.
Sama seperti titik-titik pada permukaan balon akan saling menjauhi karena
balonnya mengembang, benda-benda di angkasa saling menjauhi karena alam semesta
terus memuai.
Sebenarnya, fakta ini
sudah pernah ditemukan secara teoretis. Albert Einstein, salah seorang ilmuwan
termasyhur abad ini, ketika mengerjakan Teori Relativitas Umum, pada mulanya menyimpulkan
bahwa persamaan yang dibuatnya menunjukkan bahwa alam semesta tidak mungkin
statis. Namun, dia mengubah persamaan tersebut, dengan menambahkan sebuah
"konstanta" untuk menghasilkan model alam semesta yang statis, karena hal ini
merupakan ide yang dominan saat itu. Di kemudian hari Einstein menyebut
perbuatannya itu sebagai "kesalahan terbesar dalam kariernya".
Jadi, apakah pentingnya
fakta pemuaian alam semesta ini terhadap keberadaan alam semesta?
Pemuaian alam semesta
secara tidak langsung menyatakan bahwa alam semesta bermula dari satu titik
tunggal. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa "satu titik tunggal" yang
mengandung semua materi alam semesta ini pastilah memiliki "volume nol" dan
"kepadatan tak terbatas". Alam semesta tercipta akibat meledaknya titik tunggal
yang memiliki volume nol tersebut. Ledakan hebat yang menandakan awal
terbentuknya alam semesta ini dinamakan Dentuman Besar (Big Bang), dan teori
ini dinamai mengikuti nama ledakan tersebut.
Harus dikatakan di sini
bahwa "volume nol" adalah istilah teoretis yang bertujuan deskriptif. Ilmu
pengetahuan hanya mampu mendefinisikan konsep "ketiadaan", yang melampaui batas
pemahaman manusia, dengan menyatakan titik tunggal tersebut sebagai "titik yang
memiliki volume nol". Sebenarnya, "titik yang tidak memiliki volume" ini
berarti "ketiadaan". Alam semesta muncul dari ketiadaan. Dengan kata lain, alam
semesta diciptakan.
Fakta ini, yang baru
ditemukan oleh fisika modern pada akhir abad ini, telah diberitakan al-Qur'an
empat belas abad yang lalu: "Dia Pencipta langit dan bumi." (QS. Al
An'aam, 6:101)
Jika kita membandingkan
pernyataan pada ayat di atas dengan teori Ledakan Besar, terlihat kesamaan
yang sangat jelas. Namun, teori ini baru diperkenalkan sebagai teori ilmiah
pada abad ke-20.
Pemuaian alam semesta
merupakan salah satu bukti terpenting bahwa alam semesta diciptakan dari
ketiadaan. Meskipun fakta di atas baru ditemukan pada abad ke-20, Allah telah
memberitahukan kenyataan ini kepada kita dalam al-Qur'an 1.400 tahun yang lalu:
"Dan langit itu Kami
bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya."
(QS. Adz-Dzariyaat, 51: 47) !
Pada tahun 1948, George
Gamov mengemukakan gagasan lain mengenai teori Ledakan Besar. Dia menyatakan
bahwa setelah terbentuknya alam semesta dari ledakan hebat, di alam semesta
seharusnya terdapat surplus radiasi, yang tersisa dari ledakan tersebut. Lebih
dari itu, radiasi ini seharusnya tersebar merata di seluruh alam semesta.
Bukti "yang seharusnya
ada" ini segera ditemukan. Pada tahun 1965, dua orang peneliti bernama Arno
Penzias dan Robert Wilson, menemukan gelombang ini secara kebetulan. Radiasi
yang disebut "radiasi latar belakang" ini tampaknya tidak memancar dari sumber
tertentu, tetapi meliputi seluruh ruang angkasa. Dengan demikian, dapat
dipahami bahwa gelombang panas yang memancar secara seragam dari segala arah di
angkasa ini merupakan sisa dari tahapan awal Ledakan Besar. Penzias dan Wilson dianugerahi Hadiah
Nobel untuk temuan ini.
Pada tahun 1989, NASA
mengirimkan satelit Cosmic Background Explorer (COBE) ke angkasa untuk
melakukan penelitian mengenai radiasi latar belakang. Pemindai sensitif pada
satelit hanya membutuhkan waktu delapan menit untuk menegaskan perhitungan
Penzias dan Wilson.
COBE telah menemukan sisa-sisa ledakan hebat yang mengawali terbentuknya alam
semesta.
Bukti penting lain
berkenaan dengan Ledakan Besar adalah jumlah hidrogen dan helium di ruang
angkasa. Pada penghitungan terbaru, diketahui bahwa konsentrasi hidrogen-helium
di alam semesta sesuai dengan penghitungan teoretis konsentrasi hidrogen-helium
yang tersisa dari Ledakan Besar. Jika alam semesta tidak memiliki awal dan jika
alam semesta ada sejak adanya keabadian (waktu yang tak terhingga), seharusnya
hidrogen terpakai seluruhnya dan diubah menjadi helium.
Semua bukti kuat ini
memaksa komunitas ilmiah untuk menerima teori Ledakan Besar. Model ini
merupakan titik terakhir yang dicapai oleh para ahli kosmologi berkaitan dengan
awal mula dan pembentukan alam semesta.
Dennis Sciama, yang membela
teori keadaan ajeg (steady-state) bersama Fred Hoyle selama bertahun-tahun,
menggambarkan posisi terakhir yang mereka capai setelah terkumpulnya semua
bukti tentang teori Ledakan Besar. Sciama mengatakan bahwa ia telah ambil
bagian dalam perdebatan sengit antara para pembela teori keadaan ajeg dan
mereka yang menguji dan berharap dapat menyangkal teori tersebut. Dia
menambahkan bahwa dulu dia membela teori keadaan ajeg bukan karena menganggap
teori tersebut benar, melainkan karena berharap bahwa teori itu benar. Fred
Hoyle bertahan menghadapi semua keberatan terhadap teori ini, sementara
bukti-bukti yang berlawanan mulai terungkap. Selanjutnya, Sciama bercerita
bahwa pertama-tama ia menentang bersama Hoyle. Akan tetapi, saat bukti-bukti
mulai bertumpuk, ia mengaku bahwa perdebatan tersebut telah selesai dan teori
keadaan ajeg harus dihapuskan.
Prof. George Abel dari
University of California
juga mengatakan bahwa sekarang telah ada bukti yang menunjukkan bahwa alam
semesta bermula miliaran tahun yang lalu, yang diawali dengan Dentuman Besar.
Dia mengakui bahwa dia tidak memiliki pilihan lain kecuali menerima teori
Dentuman Besar.
Dengan kemenangan teori
Dentuman Besar, konsep "zat yang kekal" yang merupakan dasar filosofi
materialis dibuang ke tumpukan sampah sejarah. Jadi, apakah yang ada sebelum
Dentuman Besar, dan kekuatan apakah yang menjadikan alam semesta ini "ada"
melalui sebuah dentuman besar, jika sebelumnya alam semesta ini "tidak ada"?
Pertanyaan ini jelas menyiratkan, dalam kata-kata Arthur Eddington, adanya
fakta "yang tidak menguntungkan secara filosofis" (tidak menguntungkan bagi
materialis), yaitu adanya Sang Pencipta. Athony Flew, seorang filsuf ateis
terkenal, berkomentar tentang hal ini sebagai berikut:
Semua orang tahu bahwa
pengakuan itu baik bagi jiwa. Oleh karena itu, saya akan memulai dengan mengaku
bahwa kaum ateis Stratonician telah dipermalukan oleh konsensus kosmologi
kontemporer. Tampaknya ahli kosmologi memiliki bukti-bukti ilmiah tentang hal
yang menurut St. Thomas
tidak dapat dibuktikan secara filosofis; yaitu bahwa alam semesta memiliki
permulaan. Sepanjang alam semesta dapat dianggap tidak memiliki akhir maupun
permulaan, orang tetap mudah menyatakan bahwa keberadaan alam semesta, dan
segala sifatnya yang paling mendasar, harus diterima sebagai penjelasan
terakhir. Meskipun saya masih percaya bahwa hal ini tetap benar, tetapi
benar-benar sulit dan tidak nyaman mempertahankan posisi ini di depan cerita
Dentuman Besar.
Banyak ilmuwan, yang
tidak secara buta terkondisikan menjadi ateis, telah mengakui keberadaan Yang
Maha Pencipta dalam penciptaan alam semesta. Sang Pencipta pastilah Dia yang
menciptakan zat dan ruang/ waktu, tetapi Dia tidak bergantung pada ciptaannya.
Seorang ahli astrofisika terkenal bernama Hugh Ross mengatakan:
Jika waktu memiliki awal
yang bersamaan dengan alam semesta, seperti yang dikatakan teorema-ruang, maka
penyebab alam semesta pastilah suatu wujud yang bekerja dalam dimensi waktu
yang benar-benar independen dari, dan telah ada sebelum, dimensi waktu kosmos.
Kesimpulan ini sangat penting bagi pemahaman kita tentang siapakah Tuhan, dan
siapa atau apakah yang bukan Tuhan. Hal ini mengajarkan bahwa Tuhan bukanlah
alam semesta itu sendiri, dan Tuhan tidak berada di dalamnya
Zat dan ruang/waktu
diciptakan oleh Yang Maha Pencipta, yaitu Dia yang terlepas dari gagasan
tersebut. Sang Pencipta adalah Allah, Dia adalah Raja di surga dan di bumi.
Allah memberi tahu
bukti-bukti ilmiah ini dalam Kitab-Nya, yang Dia turunkan kepada kita manusia
empat belas abad lalu untuk menunjukkan keberadaan-Nya.
Kesempurnaan di Alam
Semesta
"Yang telah
menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada
ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah
berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?
Kemudian
pandanglah sekali lagi niscaya penglihatanmu akan kembali kepadamu dengan tidak
menemukan sesuatu cacat dan penglihatanmu itu pun dalam keadaan payah." (QS. Al-Mulk, 67: 3 -
4)!
Di alam semesta, miliaran
bintang dan galaksi yang tak terhitung jumlahnya bergerak dalam orbit yang
terpisah. Meskipun demikian, semuanya berada dalam keserasian. Bintang, planet,
dan bulan beredar pada sumbunya masing-masing dan dalam sistem yang
ditempatinya masing-masing. Terkadang galaksi yang terdiri atas 200-300 miliar
bintang bergerak melalui satu sama lain. Selama masa peralihan dalam beberapa
contoh yang sangat terkenal yang diamati oleh para astronom, tidak terjadi
tabrakan yang menyebabkan kekacauan pada keteraturan alam semesta.
Teruskan membaca
Visit:
www.wisdoms4all.com
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
>>Surat-menyurat : hakekathidupku@yahoo.co.id, hakekatku_00@yahoo.co.id, hakekatku_05@yahoo.co.id, hakekathidup_h5@yahoo.co.id, hakekathidupku_nolnol@yahoo.co.id, newhakekatku@yahoo.co.id, >>Milis Group : hakekatku_00@yahoogroups.com, http://groups.yahoo.com/group/hakekatku_00/ newhakekatku@yahoogroups.com, http://groups.yahoo.com/group/newhakekatku/ >> Bl o
g : http://bloghakekatku.blogspot.com
[Non-text portions of this message have been removed]
| Reply via web post | Reply to sender | Reply to group | Start a New Topic | Messages in this topic (2) |
DENGAN FEE PALING COMPETITIF
UNTUK INFORMASI HUBUNGI (021)789 2012 /98225937
JASA OUTPLACEMENT HUBUNGI Amy at (021) 7892012
Human Capital Indonesia:
fseskadevi@hmc.co.id /info@hmc.co.id
High Management Consultant
Phone (62 21) 7892012, 9822-5937,
Fax (62 21) 789 2124
pemasangan iklan/posting dari para member diluar tanggung jawab dari Owner mailing list ini. Berhati-hatilah dengan iklan lowongan pekerjaan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar