Kamis, 29 Agustus 2013

[Human Capital] PT Bintang Ilmu Dukung Khofifah, Suara Incumbent Diprediksi Hancur

 



Diperintah La Nyalla Mattaliti

PT Bintang Ilmu Dukung Khofifah, Suara Incumbent Diprediksi Hancur

Menjelang pemungutan suara pemilihan gubernur (pilgub) Jawa Timur (Jatim),
popularitas pasangan Khofifah-Herman makin tak terbendung. Hal ini
membuat La Nyalla Mattalitti yang juga ketua Kadin (Kamar Dagang &
Industri) Jatim, ketua Majelis Pertimbangan Pemuda Pancasila Jatim dan
juga pengurus PSSI (Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia) ciut
nyalinya.

La Nyalla yang di awal proses pilgub Jatim 2013 ini tadinya tekenal & menonjolkan diri sebagai pendukung pasangan Incumbent
(Soekarwo-Syaifullah Yusuf), secara terang2an ataupun secara diam2 mulai memalingkan dukungan pada pasangan Khofifah-Herman. Maka
diperintahkanlah Bassa Alim Tualeka yang merupakan Wakil Ketua Kadin
Jatim yang juga merupakan direktur PT Bintang Ilmu & Group untuk
mendukung Khofifah.

Selain itu, spanduk & banner kampanye dukungan pada pasangan
Soekarwo-Syaifullah yang dibuat La Nyalla Mattaliti dkk, banyak yang
tidak jadi dipasang, dan yang sudah terlanjur dipasang banyak yang sudah diturunkan oleh para anak buah/pegawai PT Bintang Ilmu dan anak buah La Nyalla, sebelum masa kampanye berakhir. Sebagaimana diketahui
spanduk/banner kampanye pasangan Soekarwo-Syaifullah yang dibuat oleh La Nyalla berbeda dengan spanduk/banner kampanye pasangan
Soekarwo-Syaifullah yang lain, dimana dalam spanduk/banner yang dibuat
oleh La Nyalla dkk, dibawahnya selalu tercantum tulisan La Nyalla
Academia, Kadin Institute dll dengan gambar foto La Nyalla baik berukuran kecil
atau besar. Sebagai gantinya, yang banyak dipasang adalah spanduk/banner kampanye dari direktur PT Bintang Ilmu Group, Bassa Alim Tualeka yang
mendukung pasangan Khofifah-Herman. Dan jika diamati secara teliti, 
yang memasang banner/spanduk kampanye Alim Tualeka mendukung Khofifah
itu  adalah orang2 yang sama dengan yang sebelumnya memasang
spanduk/banner La Nyalla mattaliti yang mendukung pasangan
Soekarwo-Syaifullah Yusuf.

Ini mungkin merupakan langkah La Nyalla dkk seperti pilgub 2008, dimana La
Nyalla dkk yang tadinya merupakan pendukung Khofifah, pada detik2 akhir
beralih mendukung Soekarwo, karena saat itu dukungan masyarakat condong
pada Soekarwo. Dan beralihnya dukungan La Nyalla dkk saat itu setelah
mendapat dana dll, membuat kubu Khofifah kelimpungan, sehingga kampanye
tidak maksimal, juga para saksi di TPS tidak tersedia, sehingga akhirnya Soekarwo menang dalam pilgub Jatim 2008, dengan berbagai pernik isu
kecurangan dibeberapa kabupaten/kota dll.

Dalam pilgub 2013 ini, langkah La Nyalla dll yang sudah mendapatkan dana
kampanye, dana untuk honor saksi dll dari pasangan Soekarwo-Syaifullah,
dan mengalihkan dukungan pada pasangan Khofifah-Herman baik secara
terang2an ataupun secara diam2 seperti yang dilakukannya pada tahun
2008, membuat pasangan Soekarwo-Syaifullah kelimpungan. Ini bisa dilihat dengan tidak siapnya pasangan Soekarwo-Syaifullah untuk menyediakan
para saksi di TPS (Tempat Pemungutan Suara) yang tersebar diberbagai
wilayah di Jatim. Mungin tadinya untuk koordinasi & penyediaan para
saksi pihak La Nyalla menawarkan dirinya untuk mengkoordinir &
menyediakan para saksi, setelah disetujui dan mendapatkan dananya,
ternyata sekarang pada detik akhir La Nyalla dkk mengalihkan dukungan
pada pasangan Khofifah, membuat pasangan Soekarwo-Syaifullah kelabakan,
karena untuk ketersediaan para saksi di TPS itu mereka sama sekali tidak siap, padahal pemilihan gubernur akan berlangsung dalam hitungan
beberapa jam lagi.

Oleh karena itu sangatlah wajar, jika pasangan Khofifah sangat bersyukur
atas dukungan dari direktur PT Bintang Ilmu yang juga Wakil Ketua Kadin
Jatim tersebut, sebagaimana dikemukakan pada kampanyenya di lapangan GOR Sidoarjo sebagaimana berita dari SidoarjoNews http://www.sidoarjonews.com/khofifah-terharu-usaha-memenangkan-berkah/#.UhxnlH899SV dimana Khofifah menyatakan sangat terharu atas perjuangan dari berbagai elemen masyarakat, termasuk dari Kadin Jatim, untuk memenangkan Berkah
(singkatan/julukan dari pasangan Khofifah-Herman).

Sebenarnya sikap dari La Nyalla dkk ini bisa diprediksi sebelumnya. Dimana La
Nyalla adalah orangnya Aburizal Bakrie. Ini tampak dalam berbagai
konflik PSSI lalu dimana La Nyalla bersama Nirwan Bakrie mencoba
menyingkirkan pengurus PSSI maupun klub sepakbola yang tidak mau patuh
pada Nirwan dan La Nyalla. Korbannya diantaranya adalah klub legendaris
Jatim yakni Persebaya-Surabaya, Arema-Malang dll yang saat ini oleh La
Nyala sebagai pengurus PSSI tidak boleh ikut kompetisi. Dan alasan La
Nyalla adalah karena dia yang berkuasa di PSSI maka wajar jika dia
mengutamakan orang2nya dan hanya klub yang patuh padanya yang boleh
berkompetisi di liga PSSI sebagaimana berita http://www.sahabatbola.com/news/pssi-tutup-pintu-5-klub-ipl

Dan dalam pilgub Jatim 2013 ini jauh2 hari sudah tampak perubahan dukungan dari Aburizal
Bakrie, yang tadinya mendukung Soekarwo-Syaifullah beralih mendukung
pasangan Khofifah-Herman, sehingga Martono ketua Golkar jatim yang
mendukung Khofifah dipecat dan diganti dengan orang yang mendukung
pasangan Herman-Khofifah sebagaimana ramai diberitakan berbagai media
massa. Dan dalam usulan pemecatan ketua Golkar Jatim tersebut, disebut2
keterlibatan La Nyalla dkk sangatlah kuat.

Selain mulai menggembosi suara pasangan Soekarwo-Syaifullah, La Nyalla dkk
juga mencoba menggembosi suara pasangan cagub Jatim yang lain, yakni
pasangan Bambang-Said yang didukung oleh PDIP (Partai Demokrasi
Indonesia Perjuangan). Upaya penggembosan itu dilakukan dengan
melaporkan dugaan korupsi yang dilakukan oleh Bambang DH dalam kasus
jasa pungut saat Bambang menjabat walikota Surabaya pada Polda Jatim dan laporan pada Kejaksaan Tinggi Jatim tentang dugaan korupsi dari Bambang DH & Saleh Mukadar pendukung pasangan Bambang-Said sekaligus ketua  klub Persebaya-Surabaya, yang merupakan salah satu klub sepakbola di
Jatim yang ingin dimatikan kiprahnya oleh La Nyalla, karena dianggap
tidak mau patuh pada La Nyalla sebagai pimpinan PSSI. Dan kasus yang
dilaporkan pada Kejaksaan Tinggi jatim tersebut, ada tuduhan bahwa
sebagian hasil korupsi mengalir untuk pembiayaan klub persebaya. Dengan
laporan pada polisi dan kejaksaan tersebut, diperkirakan masyarakat
tidak akan simpati pada pasangan Bambang-Said, dan juga Bambang-Said
akan terpecah konsentrasinya karena direpotkan oleh aparat hukum, yang
telah mengumumkan pada media massa bahwa aparat hukum akan memanggil
Bambang DH dkk untuk diperiksa dalam kasus dugaan korupsi, begitu
pelaksanaan coblosan pilgub selesai.

Tali Rafia - Tali Sepatu
Sesama Mafia Pasti Bersatu
Sumber: Jurnal-Korupsi http://jurnal-korupsi.blogspot.com/2013/08/pt-bintang-ilmu-dukung-khofifah-suara.html

[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
Reply via web post Reply to sender Reply to group Start a New Topic Messages in this topic (3)
Recent Activity:
HEAD HUNTER & OUTSOURCING SPECIALIST
DENGAN FEE PALING COMPETITIF
UNTUK INFORMASI HUBUNGI (021)789 2012 /98225937

JASA OUTPLACEMENT HUBUNGI Amy at (021) 7892012

Human Capital Indonesia:
fseskadevi@hmc.co.id /info@hmc.co.id

High Management Consultant

Phone (62 21) 7892012, 9822-5937,
Fax (62 21) 789 2124


pemasangan iklan/posting dari para member diluar tanggung jawab dari Owner mailing list ini.  Berhati-hatilah dengan iklan lowongan pekerjaan.
.

__,_._,___

Tidak ada komentar:

Posting Komentar