Minggu, 13 Januari 2013

[Human Capital] Saya Pensiun Maka Saya Tidak Berharga?

 

Saya Pensiun Maka Saya Tidak Berharga?
 
Salah seorang pensiunan PNS
mengeluhkan betapa ia merasa tidak lagi berharga. " Semuanya jadi berbeda, mas,
saat ini. Tidak lagi ada orang yang menghubungi saya, menanyakan kabar saya.
Padahal saat saya masih jadi pejabat setiap hari ada saja orang yang menelepon
sekedar menanyakan kabar", keluhnya.
 
Sambil menghelakan nafas
iapun berkata, " Tidak ada lagi yang bisa saya lakukan. Saya hanya orang tua
reot yang tidak berguna".
 
Mendengar itu sayapun
mendebat dan mengatakan bahwa pendapat itu tidak benar. Ya, nyatanya demikian.
Jika saya menilik kisah sukses sang Bapak, ada banyak pengalaman dan
pengetahuan yang terpaku kuat dalam pikirannya. Saya bayangkan jika pengetahuan
itu ia bagikan maka tidak akan ada orang menganggap ia tidak berharga. Atau ia
menilai dirinya demikian.
 
Hal itu yang sering saya
katakan pada Bapak atau Ibu yang akan memasuki masa pensiun. " Bu/Pak,
pengalaman itu adalah sesuatu yang berharga. Semua itu menempa Bapak/Ibu untuk memiliki
sebuah pengetahuan yang bernas".  
 
Oleh sebab itu jika Bapak
atau Ibu akan memasuk masa pensiun ada beberapa tips-tips yang layak diterapkan
1.     Jangan pernah merasa rendah diri karena pengalaman
adalah sumber pengetahuan yang paling berharga
 
2.     Buatlahlist keahlian yang dimiliki dan kemungkinan dibutuhkan banyak orang.
Cilakanya banyak pensiunan bahkan seorang bekas pejabat seringkali tidak
menyadari hal-hal yang berharga dari dirinya. Ketika ditanyakan banyak punya
banyak keahlian seperti yang sekarang Bapak kuasai? Mereka selalu beranggapan,
itukan hal yang biasa-biasa saja!.  
 
3.     Mulailah merencanakan kegiatan menjelang
pensiun dengan berbasis pengetahuan dan keahlian. Sebaiknya bukan pada saat
pensiun. Kata kuncinya berbasis keahlian. Banyak pensiunan yang melirik bisnis hanya
karena ikut-ikutan dan siap mengeluarkan modal besar, namun akhirnya gagal.
Padahal memulai sebuah aktivitas berdasarkan pengetahuan itu relatif tidak
membutuhkan banyak modal dan kita memahami seluk beluknya.
 
4.     Pilihkan aktivitas yang banyak menggunakan
pikiran untuk mengurangi kepikunan namun dengan tidak menuntut kegiatan fisik
yang berlebih.
 
Sumber:  www.pensiunjadipakar.blogspot.com
Ingin berkonsultasi tentang
rahasia menciptakan aktivitas di kala pensiun? Silahkan hub 085925077652

[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
Reply via web post Reply to sender Reply to group Start a New Topic Messages in this topic (4)
Recent Activity:
HEAD HUNTER & OUTSOURCING SPECIALIST
DENGAN FEE PALING COMPETITIF
UNTUK INFORMASI HUBUNGI (021)789 2012 /98225937

JASA OUTPLACEMENT HUBUNGI Amy at (021) 7892012

Human Capital Indonesia:
fseskadevi@hmc.co.id /info@hmc.co.id

High Management Consultant

Phone (62 21) 7892012, 9822-5937,
Fax (62 21) 789 2124


pemasangan iklan/posting dari para member diluar tanggung jawab dari Owner mailing list ini.  Berhati-hatilah dengan iklan lowongan pekerjaan.
.

__,_._,___

Tidak ada komentar:

Posting Komentar